PRIMORDIALISME SEMU VERSUS GERAKAN ANTIKORUPSI - (Studi Kritis Pemberitaan Tangkap Tangan Irman Gusman di Media Daring Sumatera Barat dan Nasional)

Mohammad Isa Gautama

Abstract


Korupsi merupakan endemik paling berbahaya saat ini di Indonesia, dampak negatifnya tidak saja merambah sisi ekonomi, namun juga mendegradasi nilai-nilai dan standar moral di tengah masyarakat. Berbagai barometer baik di tingkat nasional maupun internasional, masih menempatkan Indonesia sebagai negara korup. Korupsi dilakukan di berbagai level, mulai dari level terendah hingga para pejabat publik, bahkan pejabat tinggi negara. Baru-baru ini korupsi juga dilakukan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman. Media massa memberitakannya secara gencar, tak terkecuali media lokal dan nasional. Penelitian ini menganalisis pemberitaan tindak korupsi yang dilakukan Irman Gusman sebagai tokoh elit politik yang dimuat di media daring lokal dan nasional. Peneliti menggunakan Analisis Wacana Kritis (CDA) melalui pendekatan Analisis Framing versi Robert N. Entman. Data yang dikumpulkan bersumber dari pemberitaan dua media daring nasional (kompas.com dan detik.com), serta dua media daring lokal di Sumatera Barat (covesia.com, gosumbar.com, dan klikpositif.com). Pertanyaan utama studi adalah: Bagaimana proses seleksi berita serta penonjolan pada aspek tertentu tergambar dalam pemberitaan di masing-masing media sekaitan dengan pembentukan opini masyarakat? Kedua, posisi apa yang dipilih oleh media bersangkutan dalam hal pemberitaan kasus Irman Gusman sekaitan agenda pemberantasan korupsi di Indonesia dewasa ini? Temuan utama penelitian adalah terdapat bias primordialisme semu yang bersumber dari pemahaman subjektif dalam pemberitaan media daring lokal. Sebaliknya, media nasional secara implisit cukup konsisten memprioritaskan agenda kampanye antikorupsi secara proporsional dalam pemberitaannya. Hal ini memperkuat konsep dasar analisis wacana bahwa media ternyata tidaklah benar-benar netral dalam memberitakan apa pun, lebih-lebih yang menyangkut kepentingan sosial-politik dan budaya.

Kata Kunci: korupsi, pemberitaan, analisis framing, primordialisme.

References


Bungin, Burhan. (2008). Konstruksi Sosial Media Massa: Kekuatan Pengaruh Media Massa,

Iklan Televisi dan Keputusan Konsumen serta Kritik Terhadap Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Bungin, Burhan, ed. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis ke

Arah Ragam Varian Kontemporer. Depok: PT. Rajagrafindo Persada.

Bungin, Burhan. (2012). Realitas Sosial dan Konstruksi Sosial, dalam buku Metodologi

Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer. Depok: PT. Rajagrafindo Persada

Chaniago, Hasril. (2010). 101 Orang Minang di Pentas Sejarah. Padang: Citra Budaya

Indonesia.

Dahlgren, Peter. (1999). Television News Narrative. Dalam Mary S.mander (ed.). Framing

Friction. Urbana: University of Illinois Press.

D’Angelo, Paul, and Jim A. Kuypers. (2010). Doing News Framing Analysis. New York and

London: Routledge.

Detik.com/indeks/berita. Diakses 2 November 2016.

Entman, Robert M. (2010). Framing Media Power. A chapter in Doing News Framing

Analysis. New York and London: Routledge.

Eriyanto. (2002). Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta:

LKiS.

Hamad, Ibnu, “Konstruksi Realitas Politik dalam Media Massa”, Granit, Jakarta, 2004.

Indrayana, Denny. (2016). Jangan Bunuh KPK. Malang: Intrans Publishing.

Gosumbar.com/indeks/berita. Diakses 2 November 2016.

Klikpositif.com/indeks/berita. Diakses 2 November 2016.

Kompas.com/indeks/headline. Diakses 2 November 2016.

Mochtar, Zainal Arifin. (2016). Pemberantasan (Anti) Korupsi. Kata Pengantar untuk buku

Jangan Bunuh KPK, oleh Denny Indrayana. Malang: Intrans Publishing

Mulyana, Deddy. (2002). Analisis Framing: Suatu Pengantar. Kata Pengantar untuk buku

Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media, oleh Eriyanto. Yogyakarta: LKiS.

Robertson-Snape, Fiona. (1999). “Corruption, Collusion, and Nepotism in Indonesia.”

Third World Quarterly. June, Vol.20, No.3: 589-602.

Schütte, Sofie Arjon. (2011). Appointing Top Officials In A Democratic Indonesia: The

Corruption Eradication Commission. Bulletin of Indonesian Economic Studies, Vol. 47, No. 3, 2011: 355–79

Smilov, Daniel and Jurij Toplak (eds.). (2007). Political Finance and Corruption in Eastern

Europe: The Transition Period. Hampshire England: Ashgate Publishing Limited.

Sobur, Alex, “Analisis Teks Media”, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2004.

Van Dijk, Teun A, ed. (1997). Discourse as Structure and Process. London: Sage

Publications.


Full Text: PDF