PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT BADUY DALAM PEMILIHAN UMUM - (Studi Fenomenologi Partisipasi Politik Masyarakat Baduy pada Pemilu 2014)

Faisal Tomi Saputra

Abstract


Keragaman budaya di Indonesia menimbulkan perbedaan dalam masyarakat termasuk partisipasi politik, dengan dilangsungkannya pemilihan umum sebagai metode dalam memilih pemimpin di Indonesia. Akan tetapi, hal tersebut tidak diikuti oleh sebagian masyarakat adat yang memegang teguh prinsip warisan leluhur, seperti masyarakat Baduy yang memegang teguh adat Pikukuh Karuhun. Mereka menerapkan sikap Lunang (Milu Kanu Meunang) atau ikut pada yang menang, yang dianggap pemerintah sebagai salah satu bentuk golput. Artikel ini membahas tentang partisipasi politik masyarakat Baduy dalam Pemilu. Bagaimana partisipasi politik masyarakat Baduy dalam Pemilihan Umum dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dorongan/ pengurangan kegiatan politik mereka. Melalui konsep partisipasi politik dan strategi fenomenologi, penelitian ini berhasil mendeskripsikan bahwa masyarakat Baduy memandang Pemilu sebagai kewajiban mematuhi aturan negara yang dilegitimasi oleh lembaga adat Baduy. Pemilihan Umum dipandang sebagai kewajiban dalam memenuhi aturan dalam struktur negara. Meskipun dalam situasi dan kondisi tertentu struktur adat memiliki kekuasaaan untuk melarang masyarakatnya untuk mengikuti pemilu. Hal ini menunjukan bahwa, kekuasaan struktur adat lebih dominan daripada struktur negara berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti, sistem kepercayaan, motif dalam partisipasi politik dan konsekuensi (dampak negatif) yang mempengaruhi dorongan kegiatan politik yang cenderung berkurang karena kebutuhan fisiologis dan aturan adat dalam waktu-waktu tertentu.

References


Berger, Peter L & Thomas Luckmann. (1967). The Social Contruction of Reality: A Treatise in Sociology of Knowledge. New York :Anchor Books.

Egon G Guba. (1990). The Paradigm Dialog, New York: Sage Books.

Garna, Judistira K. & Salam Hardjadilaga (terj.).2012. Etnografi Jul Jacobs "Orang Baduy dari Banten". Bandung: Primaco Akademika & Jusitira Garna Foundation

Hennink, Monique. Et al. (2011). Qualitative Research Methods. London: Sage.

Hidayat, Dedy N. (2003). Paradigma dan Metodologi Penelitian Sosial Empirik Klasik.Depok: Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Kurnia, Asep & Ahmad Sihabudin. (2010). Saatnya Baduy Bicara. Jakarta: Bumi Aksara.

Lawrence W Neuman. (2000). Social Research Methods. London: Allyn and Bacon.

Moleong, Lexy J. (1990). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya, 1990

Moustakas, Clark. (1994). Phenomenological Research Methods. California: SAGE, 1994

Nimmo, Dan. (2010). Komunikasi Politik: Khalayak dan Efek. PT Remaja Rosdakarya: Bandung.

Parera Media, Frans. (2012). Tafsir Sosial atas Kenyataan, Risalah tentang Sosiologi Pengetahuan. Jakarta : LP3ES

Patton, Michael Quinn. (2002). Qualitative Research and Evaluation Methods, 3rd edition. California: Sage

Poerwandari, Kristi. (2007). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Depok: Perfecta.

West, Richard & Lynn Turner.(2007). Introducing Communication Theory, Analysis and Application.McGraw-Hill. New York: 2007

Littlejohn, Stephen W & Karen A Foss.Theories of Human Communication (10th edition). Waveland Press. 2011 Jurnal dan Penelitian:

Bismar Arianto.(2011). Analisis Penyebab Masyarakat Tidak Memilih dalam Pemilu. Jurnal Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan: hal 51

BAPPENAS dan UNDP, Indeks Demokrasi Indonesia, Jakarta: 2010

KPU, Pemilu 2009 dalam Angka, Jakarta: KPU, 2010

Website:

http://data.kpu.go.id/dpt.php, diakses pada tanggal 27 Februari 2014 pukul 21.54 WIB

http://kpu-bantenprov.go.id/component/content/article/39-serba-serbi/133-simulasi.html, diakses pada tanggal 28 Februari 2014 pukul 14.50 WIB.

http://data.kpu.go.id/dpt.php, diakses pada tanggal 28 Februari 2014 pukul 08.42 WIB


Full Text: PDF