PERSONAL BRANDING DAN RETORIKA KOMUNIKATOR POLITIK PADA PEMILUKADA DKI JAKARTA 2017 - (Analisis Retorika Atas Teks Pidato sebagai Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Pada Penentuan Nomor Urut Peserta Pemilu)

UMAIMAH WAHID

Abstract


Pemilihan umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 menjadi perhatian dan pembicarakan publik Jakarta, Indonesia bahkan dunia. Dalam Pemilukada komunikator politik yaitu calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta berlomba membentuk personal branding untuk memperoleh persepsi dan opini positif publik Jakarta yang akan menberikan hak pilih pada hari pemungutan dan penghitungan suara, 15 Februari 2017. Salah satu sarana pembentukan opini publik adalah pidato politik, dan yang menjadi fokus penelitian ini adalah pidato politik dan proses pembentukan personal branding komunikator politik.. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui, menjelaskan dan melakukan interpretasi mengenai pembentukan personal branding kandidat gubernur pemilukada Jakarta melalui teks pidato yang disebut sebagai ‘pidato politik pertama’. Teori yang digunakan adalah Komunikasi politik khususnya komunikator politik, pembicaraan dan pidato politik, teori retorika Roderick P. Hart melukiskan ‘alam pikiran retorika’ dengan konsep utama yaitu scientifically demonstrable, artistically creative, philosophically reasonable dan socially concerned dan teori public relations khususnya personal branding. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme, pendekatan kualitatif dan metode analisis retorika. Personal branding dipandang sangat penting dibentuk sejak awal (dini) oleh komunikator politik khususnya politisi yang ikut pilkada mampu mengdongkrak popularitas dan kepercayaan publik. Teks pidato pada agenda penentukan nomor urut nyatanya dipergunakan secara maksimal oleh calon kandidat terutama pasangan Agus Yudhoyono-Silviana Murni sebagai pasangan yang cenderung diragukan. Oleh karenanya pidato politik bukanlah pidato biasa, melainkan pidato yang dapat melahirkan pembicaraan politik di kalangan masyarakat dan karenanya harus dipikirkan dengan seksama terkait isi, gaya bahasa dan siapa komunikator yang menyampaikan pidato. Pidato politik mewakili dan menjelaskan apa, siapa, bagaimana dan mengapa pasangan kandidat yang dapat membentuk personal branding.

References


Hidayat, N. Dedy, 2005, Teori-teori Kritis da Teori-Teori Ilmiah, https://ashadisiregar.files.wordpress.com/.../microsoft-word-dedynurhidayat

Hamad, Ibnu. (2005),Jurnal Penelitian Ilmu Komunikasi Thesis, Departemen Ilmu Komunikasi, Jakarta:Fisip UI, Vol. IV

Pilkada Liputan6.com-25 Oct 2016 dan Coutecy Youtube, diaksen 5 November 2016, pukul 20.23 -20.45 WIB.

SINDOnews.com (Siaran Pers)-25 Oct 2016, diakses Jumat, 4 november 2016 pukul 11.57 WIB

Okezone-1 Nov 2016, Pidato Agus Yudhoyono Memukau, Pengamat: Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya, 4 november 2016 pukul 12.00 WIB


Full Text: PDF