KOMUNIKASI DAN TOLERANSI ANTARA PENGELOLA PURA PARAHYANGAN AGUNG JAGATTKARTA YANG BERAGAMA HINDU DENGAN PEKERJA DAN MASYARAKAT SEKITAR YANG BERAGAMA ISLAM

Siti Karlinah, Wawan Setiawan

Abstract


Keberadaan tempat sembahyang umat Hindu, Pura Parahyangan Agung Jagatkartta (PAJK) di tengah-tengah wilayah pemukiman yang mayoritas beragama Islam, dan sebagian besar pekerjanya juga muslim menjadi keunikan tersendiri karena tidak pernah terjadi konflik diantara mereka. PAJK yang terletak di kaki Gunung Salak , Desa/Kecamatan Tamansari kabupaten Bogor ini selain digunakan tempat ibadah agama Hindu dari berbagai pelosok di Indonesia, juga sering dikunjungi oleh umat agama lain untuk melakukan ritual agamanya masing-masing tanpa ada hambatan. Komunikasi dan toleransi yang terjadi diantara mereka menjadi penting untuk dikaji dengan menggunakan metode penelitian Studi Kasus. Tujuan penelitian adalah, untuk mengetahui komunikasi pengelola PAJK dengan para pekerja dan masyarakat sekitar, untuk mengetahui makna toleransi beragama bagi pengelola, pekerja dan masyarakat di Pura, serta Sikap dan praktik Toleransi diantara mereka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan : observasi, wawancara dengan 15 informan yang beragam, dan penelaahan dokumen yang terkait.
Simpulan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara pengelola PAJK dengan pekerjanya bersifat casual dyadic interacion dan formal dyadic interaction, sementara komunikasi antara pengelola PAJK bersifat casual dyadic interaction saja. Pemahaman toleransi bagi pengelola PAJK di level atas bersifat filosofis, sedangkan pemahan dan sikap toleransi bersifat praktis sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka yang rendah. Keberadaan PAJK di lingkungan masyarakat muslim dan para pekerja yang beragama Islam tidak menimbulkan konflik, karena terdapat motif ekonomi bagi para pekerja PAJK dan masyarakat sekitar.

References


Andersen, Kenneth E., 1972. Introduction to Communication Theory and Practice. California. Cumming Publishing Company, Inc.

Cresswell, John W. 1998. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Traditions. Thousands oaks, CA, Sage Publication Inc.

DeVito, Joseph A. 1997. Human Communication. New York. HarperCollins Publishers Inc.

Horton, Paul B.1984. Sociology. USA: McGraw-Hill, Inc.

Infante, Dominic A., Rancer, Andrew S. Womack, Deanna F. 1993. Building Communication Theory. USA : Waveland Press, Inc.

Fiske, john. 1990. Cultural and Communication Studies. (terjemahan). Yogyakarta. Jalasutra.

Krech, David. Cretchfield, Richard S. Ballachey, Egerton L. 1962. Individual in Society. International Student Edition. Berkeley. McGraw-Hill.

Mulyana, Deddy. 2006. Metodologi Penelitian kualitatif – Paradigma Baru Ilmu Komunikasi Dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

---------------------- 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

Rakhmat. Jalaluddin. 2003. Psikologi Komunikasi. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

Samovar, Larry A., Richard E. Porter, Edwin R. Mc.Daniel. 2007. Communication Between Cultures. USA. : Thomson Wadsworth.

Sears, David O., Jonathan L. Freedman. L. Anne peplau. 1992. Psikologi Sosial. Edisi 5. Jakarta : Erlangga.

Yin, Robert K. 1996. Studi Kasus .Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.

Lain-lain

Tan.Charlene. 2008. Creating ‘Good Citiens’ and maintaining religious harmony in Singapore.British journal of Religious Education Vol 30, No. 2 http://www.informaworld.com.

Turnomo, 2016. Membangun Model Komunikasi Dalam Masyarakat Multiagama. Penelitian Fisip Universitas Diponegoro Semarang.


Full Text: PDF