RESOLUSI KONFLIK DAN PROFESI MEDIATOR

AGUSTRIJANTO AGUSTRIJANTO

Abstract


Konflik dapat terjadi kapan pun dan dimanapun. Konflik dapat terbuka atau tetutup, Oleh karena itu dibutuhkan resolusi konflik yatu suatu cara untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih elok melalui putusan, teknik, kesepakatan, kebulatan tekad baik dengan permintaan maupun tuntutan yang dihasilkan dalam rapat, musyarawah atau persidangan, yang berbentuk tulisan dan diajukan secara resmi kepada pihak terkait, dan diajukan melalui jalur litigasi atau non litigasi. Rumitnya konflik membuka peluang tentang cara alternatif penyelesaian konflik yang mementingkan perdamaian, tanpa melukai namun tetap memberikan keadilan. Salah satunya adalah resolusi konflik dengan cara damai dan melibatkan profesi juru damai atau mediator. Melalui Peraturan Mahkamah Agung RI (PERMA) No.1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, resolusi konflik dan profesi mediator diatur. Namun masih belum memuaskan diantaranya adalah pengenalan publik kepada profesi mediator sebagai juru damai masih sangat kurang Untuk itu peneliti menerapkan penelitian kualitatif dengan menggunakan studi pustaka dan model Defining Advertising Goal for Advertising Measure (DAGMAR). Peneliti melihat ketidaktahuan masyarakat tentang profesi mediator disebabkan oleh banyak hal. Diantaranya adalah kurangnya mediator memasarkan diri terhadap profesi ini, dan peraturan tentang profesi mediator sebagai juru damai justru dalam beberapa hal dibatasi oleh ketentuan-ketentuan formal, misalnya Etika Pariwara. Peneliti mencermati bahwa keberhasilan mediator dalam menyelesaikan konflik ternyata diperkaya dengan keterampilan berkomunikasi tanpa kekerasan (nonviolent communication). Dengan demikian diharapkan, tulisan ini dapat mengedukasi masyarakat agar dapat melihat dan menyelesaikan konflik secara proporsional.

References


Buku:

Adi, Susanti Nugroho, 2009, Mediasi sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa, Penerbit PT Telaga Ilmu Indonesia, Jakarta

Arifin, Anwar. 2014. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar Ringkas. Jakarta: Rajawali Pers, Jakarta

Branann, Integrated Marketing Communications, 2005, diterjemahkan oleh Slamet, Penerbit PPM, Jakarta

Daymon, Christine and Holloway, Immi. 2002. Metode-Metode Riset Kualitatif dalam Public

Relations & Marketing Communications. Yogjakarta. Penerbit Bentang.

Kriyantono, Rachmat. 2007. Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Prenada Media Group.

Littlejohn, Stephen W. dan Karen A. Foss. 2009. Teori Komunikasi Edisi 9. Salemba

Humanika, Jakarta

Kusano, Yoshiro, 2008, WAKAI Terobosan Baru Penyelesaian Sengketa, editor TM Luthfi Yazid, Penerbit Grafindo Khazanah Ilmu, Jakarta

Rosenberg, Ph.D., Non Violent Communication – Komunikasi Tanpa Kekerasan, 2010, diterjemahkan oleh Alfons Taryadi, PT Elex Media Komputindo, Jakarta

Dokumen

Kitab Etika Pariwara Indonesia (EPI), 2007, Jakarta

Kumpulan tulisan Margono, Suyud & Associates Law Firm, 2010, tentang Undang-Undang Arbitrase & Penyelesaian Sengketa (Alternative Law of Arbitration & Alternative Dispute Resolution –ADR), dan Undang-Undang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (Law of Prohibition Monopolistic Practices & Unfair Business Competition), Koleksi Perpustakaan Gani Djemat Law Firm, Jakarta

Modul Pelatihan Mediator 40 Bersertifikat Terakreditasi Mahkamah Agung RI Nomor 159/KMA/SK/VIII/2010 Materi 40 Jam dari Jakarta International Mediation Centre, Jakarta, Indonesia

Modul Gakushuin University, Mediation International Training and Seminars (materi Wakai dan Chotei), Tokyo Japan, Oktober 2011.

Pedoman Perilaku Mediator, Mahkamah Agung Republik Indonesia, 11 Februari 2010

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan

Website : www. KBBI.online


Full Text: PDF