PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT PERDESAAN MELALUI PENDEKATAN ORGANISASI MASYARAKAT SETEMPAT

AGUS SETIAMAN, SLAMET MULYANA, BETTY TRESNAWATY

Abstract


Kunci kearah keberhasilan pembangunan adalah keikut sertaan rakyat dalam proses pembangunan, hal ini berarti perspektif atau paradigma tentang pembangunan harus diubah, masyarakat bukan sebagai objek pembangunan melainkan sebagai pelaku-pelaku pembangunan itu sendiri. Kesadaranakan keberadaan rakyat sebagai pelaku sentral dalam menentukan strategi pembanguunan dan dalam perwujudannya.
Masyarakat pedesaan dapat dipandang sebagai modal, daya dan potensi pembangunan, oleh karena itu dalam pelaksanaan pembangunan di pedesaan hendaknya diarahkan pada usaha pengembangan dan peningkatan prakarsa dan swadaya gotong royong masyarakatnya. Didalam menyatukan dan mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan kepentingan pemerintah, diperlukan sarana di antaranya suatu wadah yang dapat menampung partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan yang telah diprogramkan oleh pemerintah.
Wadah partisipasi masyarakat hendaknya selain dapat menampung dan memenuhi aspirasi maupun inisiatif masyarakat, juga merupakan sarana komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah maupun antarwarga masyarakat itu sendiri, sehingga setiap usaha dan kegiatan masyarakat dapat dikoordinasikan dengan sebaik-baiknya.
Berdasar pola pembangunan yang bersifat Bottom Up ini maka pembangunan pada dasarnya dari, oleh dan untuk rakyat. Dalam kerangka pembangunan yang dilaksanakan dari, oleh dan untuk rakyat maka dibentuklah organisasi masyarakat setempat yang berfungsi sebagai lembaga perumus kebijakan pembangunan dan sekaligus sebaga lembaga pelaksana dan pengawas proses pembangunan yang dilaksanakan. Keberadaan lembaga ini menjadi penting dan strategis karena proses pembangunan pada dasarnya ditentukan oleh hasil musyawarah masyarakat desa yang terlembagakan dalam Organisasi Masyarakat Setempat (OMS).

References


Budiman, Arief, 1995, Teori Pembangunan Dunia Ketiga, Gramedia, Jakarta.

Burki, SF, 1990, Development Strategy for Poverty Allevation, Asian Development Preview, 8 (1), hal 1-17.

Depari, Edward, Collin Mac Andrew, 1991, Peranan Komunikasi Massa Dalam Pembangunan, Gadjah Mada, Yogyakarta

DeFleur, Melvin, Everette E. Dennis, 1985, Understanding Mass Communication, Houghton Mifflin Company, Boston

Effendy, U Onong, 2005, Komunikasi dan Modernisasi, Mandar Maju, Bandung.

Evereth M. Rogers, 1989, Komunikasi dan Pembangunan Perspektif Kritis, LP3ES, Jakarta.

Hanafi, Abdillah, 1986, Memasyarakatkan Ide - Ide Baru, Usaha Nasional, Surabaya.

Hikmat, Harry, 2001, Participatory Research Appraisal, Humaniora, Bandung.

Liliweri, Alo, 1991, Memahami Peran Komunikasi Massa dalam Masyarakat, Citra AdityaBakti, Bandung.

Nasution, Zalkarimein, 1988, Komunikasi Pembangunan Pengenalan Teori dan Penerapannya, Rajawali, Jakarta.

Praktiko, Riyono, 1987, Berbagai Aspek Ilmu Komunikasi, Remadja Karya, Bandung.

Singarimbun, Masri dan SofianEffendy, 1978, Metode Penelitian Survai, Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan, UGM,Yogyakarta.

Soetrisno, Loekman, 1995, Menuju Masyarakat Partisipatif, Kanisius, Yogyakarta.

Tjiptono, Fandy dan Gregorius Chandra, Service, Quality &Satisfaction, Yogyakarta: Andi.


Full Text: PDF