PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI CULTURE DIVERSITY LITERACY DI KASEPUHAN SINAR RESMI KECAMATAN CISOLOK KABUPATEN SUKABUMI

Agus Rusmana, Ute Lies Siti Khadijah, Edwin Rizal, Rully Khairul Anwar

Abstract


Kearifan lokal merupakan pemahaman masyarakat dalam memahami tata nilai kehidupan yang menyatu dalam bentuk religi, budaya dan adat istiadat. Dalam perkembangannya masyarakat melakukan adaptasi dengan lingkungann sehingga memahami konsep kearifan dalam wujud pengetahuan atau ide, peralatan, dipadu dengan norma adat, nilai budaya, aktivitas mengelola lingkungan guna bersinergi dengan lingkungan sebagai tempat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Konsep pola adaptasi masyarakat diwariskan secara turun temurun menjadi pedoman dalam melestarikan hutan yang berada dalam pengawasan komunitas dan kepemilikan masyarakat di Kesepuhan Sinar Resmi terletak di Desa Sirna Resmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi yang terletak diantara perbatasan Provinsi Jawa Barat dan Banten. Daerah ini kategori daerah Adat yang dikenal dengan sebutan “Kesatuan Adat Banten Kidul Kasepuhan Sinar Resmi“. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemanfaatan kelembagaan dapat menjadi sarana yang efektif jika disesuaikan dengan definisi masyarakat tentang kelembagaan yang dimilikinya. makna subyektif masyarakat terhadap hutan memiliki posisi sentral bagi pelestarian dan pemanfaatan hutan untuk berkehidupan masyarakat sekitarnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Partisipatory Rural Aprisal (PRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi memiliki literasi cukup mengenai keragaman budaya masyarakat dari luar kasepuhan dan bersedia menerima kehadiran masyarakat, dan selanjutnya bersedia bekerjasama dan mendukung program pemerintah selama dinilai selaras dengan budaya dan tradisi kasepuhan.

References


Anonim. 1999. Kerangka Acuan Rehabilitasi Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Jember: Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Anonim. 2000. Statistik Kehutanan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Jember: Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Goeltenboth, Friedhelm, 1992. “Kerusakan Hutan dan Implikasi bagi Kesinambungan Daya Dukung Lingkungan. Prisma, No.6, Tahun XXI. Jakarta: LP3ES.

Identifikasi Sosial Ekonomi Budaya Masyarakat Sekitar Penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Laporan Penelitian. Balai Pengelolaan DAS Sampean – Madura, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan Universitas Jember. Tahun 2002.

Pelly, Usman, 1993. Pengukuran Intensitas Potensi Konflik dalam Masyarakat Majemuk, Analisis CSIS, Th.XXII, No. 3, Mei – Juni.

Rahman Bustami dan Hary Yuswadi, 2000. Sistem Sosial Budaya Indonesia, Laboratorium Kajian Pemberdayaan Masyarakat – FISIP – Universitas Jember.

Usman, Sunyoto, 2001. Konflik dan Resolusi Konflik Sumberdaya Alam Perspektif Sosiologi, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Tgl. 15 September 2001 di Yogyakarta.


Full Text: PDF