EKSISTENSI “JASENG” (BAHASA JAWA SERANG) SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA DALAM PROGRAM SUDUT KELAS DI RADIO KAMPUS TIRTA FM

RONNY YUDHI SEPTA PRIANA

Abstract


Pemertahanan identitas kelompok dapat dilakukan melalui pemertahanan bahasa yang berlaku dalam kelompok masyarakat tersebut. Perkembangan tekhnologi dan informasi berdampak pula pada pergeseran budaya dan bahasa hal ini disebabkan oleh adanya interaksi yang dilakukan oleh setiap individu dengan individu lain yang berbeda latar belakang budaya dan bahasa. Bahasa merupakan media yang dapat merepresentasikan identitas baik individu maupun sosial. Identitas suatu kelompok masyarakat dapat diperlihatkan melalui jenis bahasa yang digunakan dan cara bicara setiap anggota kelompok masyarakat tersebut. Bahasa merupakan bagian dari budaya yang melekat pada kelompok masyarakat penggunanya. Bahasa Jawa Serang (Jaseng) merupakan bahasa daerah yang berlaku dan digunakan oleh sebagian masyarakat Provinsi Banten khususnya yang berdomisili di Kota Serang. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mempertahankan bahasa dan menjaga eksisitensi bahasa yaitu melalui penggunaan bahasa Jaseng sebagai bahasa penghantar dan tema program pada Radio Komunitas. Yang menjadi kajian dalam tulisan ini adalah bagaimana media komunitas dimanfaatkan sebagai media pemertahanan bahasa melalui proses produksi, distribusi dan konsumsi program siaran. Data penelitian adalah bahasa yang digunakan dalam penghantar dan tema program siaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dimana peneliti mendeskripsikan hasil temuan. Hasil penelitian menujukkan bahwa media komunitas dapat menjadi alternatif dan solusi untuk pemertahanan bahasa dan budaya suatu kelompok masyarakat.

References


Garvin, P.L. Mathiot M. 1986. The Urbaization of Guarani Language. Problem in Language and Culture,

dalam Fishman, J.A. (Ed) Reading in Tes Sosiology of Language, Mounton. Paris–The Hague.

Keraf, Gorys. 1997. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa . Ende-Flores: Nusa Indah.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah. 2009. UUD RI Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran. KPID Banten : Lembaga independen.

Masduki. 2004. Menjadi Broadcaster Prosesional. Yogyakarta : LKIS.

Mulyana, Deddy.2008. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya

Ningrum, Fatmasari. 2007. Sukses Menjadi Penyiar, Scrip Writer dan Reporter.

Jakarta : Penebar Plus.

Rachmiati, Atie. 2007. Radio Komunitas Eskalasi Demokratisasi Komunikasi.

Bandung : Simbiosa Rekatama Media.

Samovar, Larry A. 2010. Komunikasi Lintas Budaya. Jakarta: Salemba Humanika

Triartanto, A.Lua y. 2010. Broadcasting Radio Panduan Teori dan Praktek.

Yogyakarta : Pustaka Book Publisher.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran.

Wahyudi, J.B. 1997. Dasar-Dasar Jurnalistik Radio dan Televisi. Jakarta: PT Pustaka

Utama Grafiti.


Full Text: PDF