PENGEMBANGAN MODEL JARINGAN INFORMASI DAN PENGGUNAAN MEDIA ALTERNATIF DALAM MENINGKATKAN USAHA ALAT-ALAT PERTANIAN DI WILAYAH KABUPATEN TASIKMALAYA

Yunus Winoto, Dian Sinaga, Fitri Perdana Sinaga

Abstract


Kampung Galonggong merupakan salah satu daerah di Kecamatan Manonjaya
Kabupaten Tasikmalaya yang terkenal sebagai tempat yang memprodukdi alat-alat
pertanian tradisional. Dari jumlah penduduk yang tinggal di Kampung Galonggong
sekitar 70% merupakan para pengrajin alat-alat pertanian tradisional. Sejalan
dengan perkembangan teknologi informasi, penggunaan jaringan informasi telah
banyak digunakan dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan industri dan
perdagangan. Berbicara tentang informasi jaringan selalu dikaitkan dengan
penggunaan komputer dan jaringan internet. Secara teoritis jaringan informasi
adalah sebuah sistem operasi yang terdiri dari sejumlah komputer dan perangkat
jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan. Adapun
gagasan penggunaan media alternatif adalah penggunaan media non-formal, yang
banyak orang menggunakan seperti radio komunitas, facebook, whatapps, line dan
beberapa media alternatif yang lebih dalam upaya untuk mengembangkan bisnis
dan mempromosikan produk peralatan pertanian dari sekelompok alat pertanian
pengrajin "Galonggong" dan pertanian lainnya mengimplementasikan pengrajin
yang tergabung dalam jaringan. metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah campuran (mix method) yang menggabungkan penelitian kuantitatif dan
kualitatif dalam studi tunggal. dari hasil penelitian ini diketahui bahwa model
jaringan informasi yang dirancang untuk kelompok pengrajin alat musik tradisional
di desa pertanian "Galonggong" menggunakan model peer-to-peer (kelompok
kerja). Adapun penggunaan jenis media alternatif dalam promosi pertanian alat,
pengrajin menggunakan media facebook, whatapps dan website.
Kata Kunci: Alat-Alat Pertanian Tradisional ,Jaringan Informasi, Jaringan
Komputer, Media Alternatif.

References


Adi, Isbandi, R.,, (2007), Perencanaan Partisipatoris Berbasis Aset Komunitas (dari

Pemikiran Menuju Penerapan), Jakarta: FISIP UI Press.

Admihardja, Kusnaka dan Hikmat Harry, (2001), PRA (Participatory Research Appraisal

dalam Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masayarakat), Bandung: Humaniora.

Agustino, Leo, (2008), Dasar-Dasar Kebijakan Publik, Bandung: Alfabeta.

Chaudry, A.S. 1993. Information Needs and their Satisfaction in a Utility Company. Libraries

Review. 42 (1).

Christiansen, Dorothy E, Davis, C. Roger, and Reed-Scott, Jutta. 1983. Guide to Collection

Evaluation Through Use and User Studies. Library Resources & Technical Services.

(October/December), 432 – 440.

Daniel, Moehar., Darmawati dan Nieldalina, April (2006), Participatory Rural Appraisal

(PRA), Jakarta: PT. Bumi Aksara

Dunham, Stanley Ann. 2008. Pendekar-Pendekar Besi Nusantara: Kajian Antropologi

Tentang Pandai Besi Tradisional di Indonesia. PT Mizan Pustaka. Bandung.

Little John, Stephen W. 1989. Theories of Human Communication. 3rd. ed. Belmon,

California. Wardsworth Pub. Co.

Putra, Nusa dan Hendarman. 2013. Metode Riset Campur Sari : konsep, strategi dan

aplikasi, Jakarta , Indeks.

Suharto, Edi, (2009), Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat,

Bandung: PT.Refika Aditama.

Wahid, F. 2005. Kamus Istilah Teknologi Informasi. Ed.2. Yogyakartia : Andi.

Jurnal :

Kuhlthau, Carol Collier. "Information Search Process." Information Search Process. 2007.

Accessed February 22, 2016.

http://comminfo.rutgers.edu/~kuhlthau/information_search_process.htm.

Wilson TD, June 1999, "The Journal of Documentation". Volume 55, No.

, www.emeraldinsight.com/journal/jd, 3 Mei 2016.

Wilson, TD. “Models in information behaviour research”.1999.

http://www.informationr.net/tdw/publ/papers/1999JDoc.html. diakses pada 5 april

Sumber lain :

Pendit, Putu Laxman. 2006. “Ragam Teori Informasi”.

http://eprints.rclis.org/10294/1/Ragam_Teori_Informasi.pdf ( 1 Januari 2016)


Full Text: PDF