PERBANDINGAN AKURASI MEDIA ONLINE DALAM BERITA “BREXIT” PADA EMPAT PORTAL BERITA DI INDONESIA

Damayanti Damayanti

Abstract


Berbagai portal berita kini bermunculan sebagai bentuk dimulainya era media baru
yang menggunakan perangkat lunak untuk mengaksesnya. Media online adalah media
massa generasi ketiga setelah munculnya generasi pertama yaitu media cetak (printed
media) –koran, tabloid, majalah, buku– dan generasi kedua yaitu media elektronik
(electronic media) –radio, televisi, dan film/video. Menjamurnya media-media online
tak lepas dari partisipasi masyarakat yang kini membutuhkan kecepatan berita.
Dengan keunggulannya tersebut, media online berlomba-lomba berusaha memenuhi
kebutuhan masyarakat akan informasi. Namun, kecepatan berita harus juga diimbangi
dengan ketelitian dan kehati-hatian dalam menyampaikannya, yang tentunya akan
berdampak pada pengetahuan masyarakat mengenai informasi yang mereka akses.
Untuk mengetahui bagaimana portal berita menyajikan informasinya, peneliti
membandingkan empat portal berita yang cukup populer di Indonesia dalam
menyajikan berita yaitu Detik.com, Tribunnews.com, Kompas.com, dan Liputan
6.com, dengan melihat akurasi berita yang terdiri atas cek dan ricek; kesalahan
penulisan pada data; sumber berita yang relevan; akurasi judul dengan isi; serta
akurasi antara foto dengan isi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis
isi, berita akan dianalisis berdasarkan katergorisasi untuk melihat bagaimana
keakuratan isi berita pada keempat portal berita tersebut.
Kata Kunci: Media Cetak, sumber informasi, mahasiswa

References


Anggoro A.Sapto. (2011). Detikcom Legenda Media Online. Jakarta : PT. Buku Kita.

Hernandes.D.G. (1996). Advice for The Future. In Editor and Publisher.

Ishwara, Luwi. (2011). Jurnalisme Dasar. Jakarta : Kompas.

Iwan Awaluddin Yusuf, Menguji Akurasi Pemberitaan. 27 Januari 2013,

http://bincangmedia.wordpress.com/tag/akurasi-pemberitaan/ diakses 6 September

Kompas, 25 Maret 2009. Media Tradisional vs Media Baru.

www.kompas.com/news/read/2009/03/25/04444368/.media.tradisional.vs, media

baru, akses 6 September 2016.

Kompas.com,,25 Maret 2009. Media Tradisional vs Media Baru.

http://entertainment.kompas.com/read/2009/03/25/04444368/.media.tradisional.vs.ne

w.m edia, diakses 6 September 2016.

Kriyantono, Rachmat. (2007). Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta : Kencana Prenada

Media Group.

M. Romli, Asep. (2012). Jurnalistik Online. Panduan Praktis Mengelola Media Online.

Bandung: Nuansa Cendikia. Hal. 15,15, 41,68.

Mc.Quail, Denis. (2004). Mass Communication Theory. London : Sage Publications.

Merrill, John C. (1977). Existential Journalism. New York : Hastings House.

Mondry. (2008). Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. Bogor : Ghalia Indonesia.

Neuendorf, W. Lawrence. (2002). The Content Analysis Guidebook. Thousand Oaks : Sage

Publications.

Nurudin. (2009). Jurnalisme Masa Kini. Jakarta : Rajawali Pers.

Prayudhi, Dani. 2011. Skripsi Persepsi Mahasiswa Tentang Tingkat Akurasi Pemberitaan

Media Online Detik.com. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.

Santana. K. Septiawan. (2005). Jurnalisme Kontemporer.Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

Sumadiria. As.Haris. (2005). Jurnalistik Indonesia, Menulis Berita dan Feature, Panduan

Praktis Jurnalis Profesional. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Voaindonesia, 14 September 2012. Surat Kabar Hadapi Masa Depan Tak Pasti.

www.voaindonesia.com/content/digitalmedia-91952999/76348.html diakses 6

September 2016.

Widodo, Rachmat. (2012). Skripsi : Kredibilitas Pemberitaan Pada ortal Berita Online

Vivanews.com. Universitas Diponegoro Semarang.

Alexa Internet. Top Site in Indonesia. Alexa The Web Informal Company. www.alexa.com,

/topsites/contries/ID) diakses 5 Oktober 2013.

Detik.com


Full Text: PDF