PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN UNTUK DIGITAL NATIVE GENERATION (Perspektif Perubahan Karakter Pemustaka di Era Digital)

Eri Maryani

Abstract


Sebuah perpustakaan bisa dikatakan berhasil jika mampu menyediakan informasi
serta memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
penggunanya (pemustaka). Dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang
sangat pesat tanpa disadari berpengaruh sangat besar pada perubahan karakter serta
prilaku dari masyarakat terutama perubahan prilaku dalam mencari informasi.
Pemustaka potensial di era digital saat ini yaitu generasi digital native. Generasi
digital native yang lahir setelah tahun 1990-an atau yang lahir serta tumbuh di era
digital (di era perkembangan TIK sangat pesat) memiliki karakter serta prilaku yang
berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Pengaruh TIK terhadap perubahan
prilaku maupun karakter tersebut tidak bisa dicegah maupun dihindari serta menjadi
tantangan tersendiri bagi perpustakaan. Oleh karena itu, mau tidak mau perpustakaan
harus berani berbenah diri untuk merubah dan meningkatkan kualitas pelayanannya
dari berbagai segi sesuai dengan perkembangan serta perubahan-perubahan dari
karakter pemustaka jika tidak ingin ditinggalkan.
Kata kunci : Generasi digital native, Kualitas pelayanan, Karakter pemustaka, Pelayanan
perpustakaan.

References


Awaludin, Wahyu. (2009). “Fenomena Generasi Digital Native”, dilihat Oktober

di http://www.kompasiana.com

Barner, K. (2011). “The Library is a Growing Organism: Ranganathan’s Fifth Law of Library

Science and the Academic Library in the Digital Era”. Library Philosophy and

Practice (e-journal), dilihat Februari 2015 di

http://digitalcommons.unl.edu/libphilprac/548

Fatmawati, Endang. (2010). “Fenomena Paradigma Perpustakaan Generasi Millenial”. Visi

Pustaka (Agustus): dilihat Februari 2015 di http://perpusnas.go.id./magazine/

________________ . (2012). “Trend Terkait M-Library Untuk Perpustakaan Masa Depan”.

Visi Pustaka (Desember): hal 36-37

________________ . (2013). “Perpustakaan Dalam Dimensi Postmodernisme”. Palimpsest:

Jurnal Informasi dan Perpustakaan (Desember 2012-Mei 2013): hal 103-107

Indonesia. (2015). Profil Pengguna Internet Indonesia 2014. Asosiasi Penyelenggara Jasa

Internet Indonesia: Jakarta

Istiana, Purwani. (2014). Layanan Perpustakaan. Yogyakarta: Ombak

Kumalawati, Deasy dan Hermin Indah Wahyuni. (t.t). “Learning Commons Sebagai Upaya

Perguruan Tinggi Menghadapi Perubahan Perilaku Generasi Internet”. Prosiding

Manajemen Perpustakaan Perguruan Tingggi Untuk Net Gen: Tantangan dan

Peluang. FPPTI Jawa Timur

Priyanto, Ida Fajar. (2016). “Space, Prilaku, dan Pustakawan”. Makalah. Universitas Gajah

Mada Yogyakarta

Pendit, Putu Laxman. (t.t). “Digital Native, Literasi Informasi, dan Media Digital-Sisi

Pandang Kepustakawanan”, dilihat Oktober 2016 di http://repository.uksw.edu

Prasetiawan, Imam Budi. (2015). “Memahami Pemustaka Dari Gen Y dan Gen Z & Layanan

Perpustakaan: Pengalaman LKC Binus University”. Makalah. Universitas Kristen

Petra Surabaya.

Suwardi. (2012). “Pustakawan Untuk Digital Native Generations”. Makalah.

Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Wulandari, Dian. (2011). “Mengembangkan Perpustakaan Sejalan Dengan Kebutuhan Net

Generation”. Visi Pustaka 13 (Agustus): hal 7-8.

______________ . (2013). “Layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi di Era Digital Native”.

Prosiding: Peranan Jejaring Perpustakaan Dalam meningkatkan Kompetensi

Pustakawan, hal 34-53. FPPTI Jawa Timur

Zulaikha, Sri Rohyanti. (2008). “Kontribusi S.R. Ranganathan Dalam Perkembangan Ilmu

Perpustakaan Saat Ini”, dilihat April 2015 di http://digilib.uin-suka.ac.id/259/


Full Text: PDF