TRANSISI SOSIAL PEMUSTAKA DALAM TRANSFORMASI MODA LAYANAN REFERENSI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS INDONESIA

Indira Irawati, PM Laksono, Budiawan Budiawan

Abstract


Teknologi informasi dan komunikasi telah merubah moda layanan referensi di
Perpustakaan Universitas Indonesia (UI). Perubahan selalu membawa implikasi dalam
berbagai aspek. Penelitian membahas tentang fenomena transformasi moda layanan
referensi dari klasik menuju digital di Perpustakaan UI. Tujuannya untuk menganalisis
fenomena digitalisasi moda layanan referensi, dengan fokus pada pemustaka yang
mengalami transisi sosial dalam pemanfaatan layanan referensi. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan jenis penelitian
interpretif-konstruktivistis, dan metode fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan
moda layanan referensi digital direpresentasikan dengan munculnya program-program
layanan referensi baru. Transformasi moda layanan referensi klasik menuju digitalisasi
dimaknai oleh pemustaka (sebagai komunitas digital immigrant) sebagai fenomena
yang tidak dapat dihindari pada era digital yang terus berkembang dan berubah cepat.
Transisi sosial yang dialami pemustaka seperti adaptasi dengan berbagai format dan
karakteristik e-resources, munculnya layanan referensi baru, serta kendala yang
dihadapi perlu mendapat ruang yang diakomodasikan oleh pustakawan.
Kata kunci: layanan referensi digital, transformasi perpustakaan, transisi sosial

References


Ai Lien, Diao. (2004). “Transformasi dunia perpustakaan”. Makalah. Institut Teknologi

Bandung. Dilihat Desember 2013 di eprints.rclist.org/ Transformasi_Dunia_ Perpustakaan_

diao_ai_lien.pdf.

Barker, Chris. ( 2011). Cultural Studies: Teori dan Praktik. Bantul: Kreasi Wacana.

Barthes, Roland. (2010). Membedah Mitos-mitos Budaya Massa: Semiotika atau Sosiologi

Tanda, Simbol, dan Representasi.Yogyakarta: Jalasutra.

Dewey, B.I. (2008), “Social, Intellectual, and Cultural Spaces: Creating Compelling Library

Environments for the Digital Age”. Journal of Library Administration, 48 (1), hal 85-94.

Hargittai, Eszter. (2003).” The Digital Divide and What To Do About It”, dilihat Desember

di www.princeton.edu/~eszter/research/pubs/hargittai-digitaldivide.pdf.

Kevin, Yeremi. (2014). “Pemberdayaan Twitter Sebagai Media Promosi: Studi Kasus Di

Perpustakaan Universitas Indonesia”. Skripsi. Universitas Indonesia.

Marteney, Jim dalam Hasugian J. (2011).” Perpustakaan Digital dan Digital Natives”.

Makalah. Universitas Nommensen

Noor, Muhammad Usman. (2014). “Pengaruh Layanan Informasi Melalui Twitter Di

Perpustakaan Universitas Indonesia Terhadap Partisipasi Pemustaka”. Tesis.

Universitas Indonesia.

“Online Dictionary of Library and Information Science”. (2002) . Dilihat Januari 2015 di

http://vlado.fmf.uni-lj.si/pub/networks/data/dic/odlis/odlis.pdf .

Pendit, Putu Laxman (editor). (2009). Merajut Makna: Penelitian Kualitatif Bidang

Perpustakaan dan Informasi. Jakarta: Cita Karyakarsa Mandiri.

Prensky, Marc. (2001). “Digital Natives, Digital Immigrants”. Dilihat Januari 2015 di

http://www.marcprensky.com/writing/prensky%-%20digital%20natives,%20digital%20immigrants%20-%20pat1.pdf.

Prensky, M. (2001b). “Digital natives, digital immigrants, part ii: do they really think

differently?” . Dilihat Januari 2015 di

http://www.marcprensky.com/writing/Prensky%20%20Digital%20Natives,%20Digita

l%20Immigrants%20-%20Part2.pdf.

Riyadi, Aris. (2015). “Layanan Referensi Digital Dalam Era Informasi: Tantangan dan

Resistensi”. Makalah. Universitas Indonesia.

Satibi, Iswanda Fauzan. (2014). “Evaluasi Layanan Referensi E-mail Perpustakaan

Universitas Indonesia”. Skripsi. Universitas Indonesia.

Zanin-Yost, Alessia. ( 2004). “Digital Reference: What The Past Has Taught Us and What

The Future Will Hold”. Library Philosophy and Practice, vol. 7, no. 1, hal 6


Full Text: PDF