PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP BRANDING KOTA BANDUNG DI ERA SMART CITY

Aat Ruchiat Nugraha, Yustikasari Yustikasari, Aang Koswara

Abstract


Merek suatu kota dapat ditunjukkan melalui keramahtamahan masyarakat, infrastruktur
perkotaan, fasilitas dan layanan publik yang terpenuhi, serta sistem perencanaan tata
kota yang sedang dikembangkan dan dibangun oleh pemerintah setempat. Dalam
mewujudkan merek kota tersebut diperlukan suatu kerjasama yang baik antara
masyarakat dengan pemerintah kota yang akan menjadi salah satu faktor kunci dalam
menentukan potensial dan keberlanjutan merk sebuah kota dimasa yang akan datang.
Selain itu, dukungan terhadap strategi komunikasi pemasaran terpadu yang dilakukan
oleh pemerintah setempat, seperti halnya Kota Bandung yaitu melalui penguatan aspek
budaya lokal dalam hal pembangunan fasilitas maupun pelayanan administrasi sebagai
salah satu unsur dalam pembentukan “branded city” di Jawa Barat. Kota yang akan
memiliki branding city harus dapat teridentifikasikan melalui sebuah identitas kota
yang memiliki unique selling point tersendiri. Adapun metode penelitian ini
menggunakan deskriptif dengan instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa branding kota Bandung berdasarkan unsur penilaian pictorially
recognized menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengarahkan pada simbol
Bandung Command Center, Gedung Sate, dan Gedung Konferensi Asia Afrika yang
mudah dikenal di masyarakat sebagai branding kota Bandung di era smart city.
Kata Kunci: Branding, Smart City, dan Pictorial Recognized

References


Clancy, Michael.(2009).Brand New Ireland?: Tourism, Development and National Identity in

the Irish Republic. Ashgate Publishing Limited, England.

Donald, Stephanie Hemelryk dan John G. Gammack.(2007). Tourism and Brabded City:

Film and Identity on the Pacific Rim. Ashgate Publishing Limited, England.

Hernandez, Mila Gasco dan Teresa Teres Coronas.(2009). Information Communication

Technologies and City Marketing: Digital Opportunities for Cities Around the World.

Information Science reference, New York.

Kolb, Bonita M.(2006).Tourism for Citiies and Towns: Using Branding and Events to Attract

Tourists. Elsevier, London.

Koswara,Aang.(2012).City Branding Ala Munchen. Diakses pada

http://www.kompasiana.com/aangkoswara/city-branding-alauenchen_54ffd038a33311595c510585 jam 19.00 22 Juni 2016.

Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane. (2009). Edisi 13. Jilid I dan II. Manajemen

Pemasaran. Jakarta:Erlangga

Maitland, Robert.(2009).City Tourism: National Capital Perspective. CABI, Oxfordshire

Mollanen, Teemu dan Seppo Rainisto.(2009). How to Brans Nations, Cities and Nations: A

Planning Book for Place Branding. Palgrave Macmillan, England.

Pike, Steven. (2008). Destination Marketing: An Integrated Marketing Communication

Approach. Elsevier, London.

Soemanagara,(2008).Strategic Marketing Communication:Konsep Strategis dan

Terapan.Bandung:CV.Alfabeta

Sugiyono.(2007).Metode Penelitian Bisnis.Bandung: Alfabeta.

________(2013).Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods).Bandung: Alfabeta.


Full Text: PDF