MODEL PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI SOSIAL CSR PERUSAHAAN UNTUK MENGANTISIPASI MUNCULNYA KONFLIK ANTARA PERUSAHAAN, KARYAWAN DAN MASYARAKAT LOKAL DI KAWASAN PERBATASAAN KALIMANTAN BARATSARAWAK

Netty Herawati, Lina Sunyata, Lina Sunyata

Abstract


Reorientasi penanganan pembangunan kawasan perbatasan dari orientasi
keamanan (security approach) menjadi pendekatan kesejahteraan (prosperity
approach), mengharuskan komitmen pemerintah, kesiapan masyarakat serta minat dan
dukungan pihak swasta untuk mengatasi kesenjangan pembangunan wilayah dengan
negara tetangga. Paradigma baru pembangunan ekonomi daerah, mengamanatkan
penciptaan kesempatan kerja, sekaligus mempertimbangkan karakteristik penduduk
lokal sehingga dapat mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
Guna mempercepat dan memperkuat pembangunan ekonomi sesuai dengan
keunggulan dan potensi strategis wilayah perbatasan Kalimantan Barat, perlu dibuat
suatu konsep pembangunan berkelanjutan di kawasan parbatasan yang memiliki potensi
pengembangan perkebunan kelapa sawit. Salah satu alternatif pemecahan masalah
pembangunan kawasan perbatasan yang dapat dilakukan adalah memberdayakan
ekonomi masyarakat lokal untuk meningkatkan daya tahan sosial ekonomi masyarakat
sekaligus memperkuat pertahanan keamanan negara dari sisi nir militer.
Pengembangan pembangunan perkebunan kelapa sawit yang diterapkan di
berbagai tempat selama ini diwarnai oleh berbagai masalah. Salah satunya dijumpai
dalam bentuk konflik antara perusahaan dengan karyawan dan masyarakat lokal
maupun dengan pemerintah. Masalah ini perlu diatasi untuk menjamin proses
pembangunan perkebunan secara berkelanjutan.
Melalui penelitian multi tahun (2014-2016) dilakukan penelitian tentang
pemberdayaan masyarakat yang melibatkan masyarakat dan Corporate Social
Responsibility (CSR) PT Sepanjang Inti Surya Utama 2 (PT SISU 2). Kegiatan ini
menggunakan pendekatan ekploratif (kualitatif) dengan penentuan informan secara
purposive dan dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, pengumpulan dokumen
dan Focuse Group discussion (FGD). Lokasi penelitian ini tepatnya berada di wilayah
lini satu perbatasan Kalimantan Barat-Sarawak di Kecamatan Sekayam Kabupaten
Sanggau. Salah satu hasil penelitian ini ada lah berupa model program pemberdayaan
ekonomi masyarakat berupa Program Budidaya Tanaman Organik. Program ini
dijabarkan dalam bentuk kerjasama bagi hasil antara CSR Perusahaan Kelapa Sawit
dengan karyawan dan masyarakat lokal dimana perusahaan memberikan bantuan berupa
pelatihan budidaya tanaman organik, bantuan bibit, pupuk serta akses pemasaran.
Keunggulan dari model program budidaya tanaman organik ini antara lain dapat
merubah mindset masyarakat yang semula hanya berorientasi untuk bekerja sebagai
buruh di perusahaan sementara kapasitas lowongan pekerjaan di perusahaan semakin terbatas. Disamping itu, selain dapat meningkatkan pendapatan, pekerja dan masyarakat
pun dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang sebelumnya hanya
mengandalkan sayur dari hutan atau membeli sayur yang didatangkan dari tempat lain
dengan harga yang mahal.
Hasil penelitian berupa model program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal
di kawasan perbatasan diharapkan memberikan manfaat yang luas seperti : 1)
peningkatan kesejahteraan petani kelapa sawit yang bekerja di perusahaan perkebunan;
2) mengurangi potensi konflik dengan menumbuhkan hubungan harmonis antara petani
dengan perusahaan untuk menjamin pembangunan perkebunan berkelanjutan, dan 3)
meningkatnya pertahanan keamanan dari aspek sosial masyarakat di kawasan
perbatasan negara. Pada akhirnya pendekatan pembangunan kawasan perbatasan dengan
pendekatan kolaboratif ini diharapkan menjadi alternatif model yang dapat menjadi
solusi untuk mengatasi permasahan kompleks yang mewarnai kehidupan masyarakat
perbatasan yang selama ini terisolir dan tertinggal.
Kata kunci: komunikasi, partisipatif, pemberdayaan ekonomi, perbatasan,
kesejahteraan.

References


Blakely, E.J., 1989, Planning Local Economic Development: Theory and Practice, SAGE

Publication Inc, California.

BPS, Kalimantan Barat Dalam Angka 2010, Badan Pusat Statistik Propinsi Kalimantan Barat,

Pontianak.

Cahyono, Yohanes Budi. 2006 Metode Pendekatan Sosial dalam Pembangunan Partisipatif.

PPM UK-Petra

Cuaresma, J.C. & Worz, J., (2005), On export composition and growth, Review of World

Economics, Vol. 141 (1), . 33-49.

Daliman, Thomas. 1998. Perkebunan Kelapa Sawit Parindu Kalbar. Laporan Penelitian.

Pontianak.

Firman dkk. 2007. Tanaman ‘Emas’? Kelapa Sawit Pasca Tsunami Aceh. Eye On Aceh

Florus, Paulus. 1999. Panen Bencana Kelapa Sawit. Intitut Dayakology. Pontianak.

Todaro, M.P.,2000, Economic Development in the Third World, 4

th

Edition, Longman, New

York.


Full Text: PDF